Sejarah dari perkembangan web GIS dimulai dengan berkembangnya WWW (World
Wide Web) pada tahun 1989 – 1990 yang menjadi penanda berkembangnya transfer
data yang dapat dilakukan melalui jaringan internet. Perkembangan transfer data
melalui jaringan internet ini juga diikuti oleh teknologi GIS.
Juni 1993 menjadi awal dari terbentuknya suatu sistem web GIS awal yaitu Xerox PARC
Map Viewer. Sistem ini memungkinkan untuk mengirimkan data peta berupa gambar
statis. Lalu pada tahun 1997, berkembanglah UMN MapServer 1.0 yang digunakan
sebagai pengantar data penginderaan jauh untuk kehutanan milik NASA.
Tahun 1998 UMN MapServer 1.0 berkembang menjadi UMN MapServer 2.0 yang telah
mendukung transformasi koordinat dengan memanfaatkan PROJ.4. Selanjutnya pada
tahun 2000, UMN MapServer muncul sebagai perangkat lunak open source dan
mendukung tampilan data raster dan TrueType fonts. GeoServer muncul pada tahun
2011 yang dibuat oleh The Open Planning Project (TOPP). Pembuatan GeoServer ini
bertujuan untuk membuat pemerintahan Amerika menjadi lebih transparan. Awalnya
GeoServer ini menampilkan data spasial dari pembangunan infrastruktur yang
dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat.
WebGIS adalah suatu sistem yang dapat terhubung kedalam jaringan internet yang
digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menampilkan data informasi
bergeoreferensi atau data yang mengidentifikasikan lokasi objek tanpa adanya
kebutuhan penggunaan software SIG (PAINHO, 2001). Menurut Fonseca, internet
sebagai media antarmuka pada web based SIG memiliki 3 hal penting dalam hal
arsitekturnya, yaitu:
a. Integrasi perangkat antarmuka internet dengan perangkat lunak SIG
Bertambah luasnya jaringan internet, membuat bertambahnya jumlah penggunaan internet sebagai perangkat antarmuka dalam pengaksesan SIG menggantikan pengaksesan dengan perangkat lunak SIG konvensional.
Bertambah luasnya jaringan internet, membuat bertambahnya jumlah penggunaan internet sebagai perangkat antarmuka dalam pengaksesan SIG menggantikan pengaksesan dengan perangkat lunak SIG konvensional.
Terdapat dua jenis hubungan antara perangkat antarmuka internet dengan perangkat
antarmuka SIG, yaitu:
- Berintegrasi Kuat (Strong Integration) Hubungan ini terjadi apabila internet digunakan hanya sebagai media penyimpanan data spasial saja. Sedangkan untuk melakukan pengaksesan data spasial masih menggunakan perangkat lunak SIG konvensional. Sehingga ketergantungan terhadap perangkat lunak SIG konvensional sangat besar . Hubungan ini digambarkan pada Gambar 1.1.

- Berintegrasi Lemah (Weak Integration)
Hubungan ini terjadi apabila tidak ada lagi ketergantungan pengguna yang
melakukan akses data spasial melalui antarmuka internet dengan perangkat
lunak SIG konvensional. Hubungan ini digambarkan pada Gambar berikut :

b. Pendeskripsian dan fungsionalitas dari modul utama arsitektur antarmuka
SIG dengan menggunakan perangkat antarmuka internet, memiliki beberapa modul utama didalamnya, diartikan sebagai seperangkat komponen di dalam antarmuka yang menghubungkan sistem internet dengan data SIG, yaitu (Voisard, 1995):
- Modul interaksi pemakai.
- Modul koneksi basisdata.
- Modul konversi objek geografis dari format SIG ke format antarmuka atau sebaliknya.
Modul interaksi pemakai menyediakan menu interaksi pemakai dengan
antarmuka sistem. Menu interaksi ini antara lain berupa fasilitas pengguna
dalam memilih data spasial yang ditampilkan pada antarmuka, contoh webgis dapat dilihat di "buat webgis". selain itu pada
modul ini juga terdapat hasil query yang dilakukan oleh pemakai.
c. Pembagian fungsi antara SIG dan perangkat antarmuka
Pembagian fungsi antara SIG dan perangkat lunak antarmuka internet memiliki alasan sebagai berikut (Fonseca & Davis, 1999):
c. Pembagian fungsi antara SIG dan perangkat antarmuka
Pembagian fungsi antara SIG dan perangkat lunak antarmuka internet memiliki alasan sebagai berikut (Fonseca & Davis, 1999):
- Mencegah timbulnya redudansi kode dimana terdapat instruksi pada perangkat antarmuka ketika dieksekusi secara berulang – ulang saat akses data spasial dilakukan. Hal ini disebabkan karena halaman web standar tidak mampu untuk menyimpan instruksi dan data untuk akses selanjutnya, sehingga seluruh instruksi harus diulang, begitu pula data yang telah ada harus di input kembali. Misalnya seorang pengguna mengakses dengan tujuan untuk menampilkan sebuah objek geometri garis, maka perangkat antarmuka akan menerjemahkan permintaan pengguna kedalam sebuah query yang dapat diterjemahkan oleh perangkat lunak SIG, kemudian perangkat lunak SIG akan mengirim data untuk ditampilkan menggunakan perangkat antarmuka. Saat pengguna melakukan permintaan untuk kedua kalinya, misal dengan meminta objek titik yang sama dan sebuah objek garis, maka data titik tadi akan diproses seolah data titik pada permintaan pertama tidak ada.
- Perbedaan tingkat perkembangan perangkat antarmuka dengan perangkat lunak SIG.
- Arah perkembangan perangkat lunak SIG tidak selalu mengikuti perangkat antarmuka dan begitu juga sebaliknya.

