Sistem web GIS yang sekarang berkembang terbagi kedalam dua sistem. Sistem
pertama adalah sistem WMS (Web Map Service) dan sistem kedua adalah WFS (Web Feature Service). Kedua sistem ini memiliki sistem kerja yang berbeda dan memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. contoh - contoh webgis dapat digambarkan pada website jasabuatwebgis. Walaupun kedua sistem ini memiliki sistem kerja yang berbeda, kedua sistem dapat saling terhubung satu sama lain.
WMS
Sistem WMS bekerja dengan menerima permintaan dari pengguna yang kemudian
diteruskan menuju server WMS yang akan memproses permintaan tersebut dan
melakukan pencarian data yang diinginkan. Data yang telah didapatkan kemudian
akan dikirimkan kembali oleh server menuju pengguna.
Data peta yang ditampilkan pada sistem WMS berupa file dalam format gambar.
Sehingga dalam sistem WMS peta yang ditampilkan berbentuk data raster. Format
file yang dapat digunakan adalah Scalable Vector Graphics (SVG), Portable Network
Graphics (PNG), Graphics Interchange Format (GIF) or Joint Photographics Expert
Group (JPEG).
WMS memiliki tiga protokol operasi utama, yaitu GetCapabilities, GetMap, and
GetFeatureInfo.
GetCapabilities memungkinkan pengguna untuk melakukan perintah
kepada server untuk melakukan pencarian data dan mengambil metadata dari data
yang diinginkan. Setelah data yang diinginkan didapat, maka proses ini dilanjutkan
dengan protokol GetMap. GetMap akan menampilkan lapisan peta yang telah
memiliki refrensi spasial, ukuran, skala, dan geometri piksel yang indentik. Urutan
dari lapisan peta yang akan ditampilkan telah disusun sebelumnya oleh pengguna,
sehingga hasil peta yang ditampilkan telah sesuai dengan susunan yang diinginkan.
Protokol selanjutnya yang terlibat dalam proses WMS adalah GetFeatureInfo.
GetFeatureInfo memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai
skema dan metadata dari lapisan peta yang diinginkan. Sistem kerja dari WMS dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.
WFS
WFS bekerja serupa dengan WMS yaitu pengguna akan melakukan permintaan yang
akan diterima oleh server WFS. Server WFS kemudian akan melakukan pemrosesan
permintaan dan akan melakukan pencarian data yang diinginkan. Setelah data
didapatkan oleh server WFS, berbeda dengan WMS, server WFS akan menampilkan
data dalam format vektor.
WFS ditulis dengan bahasa XML (Extensible Markup Language) yang berisikan
mengenai sistem referensi koordinat dari data, bentuk geometri dari data (titik,
garis, atau poligon), dan seluruh koordinat yang membentuk data. XML ini kemudian
akan digambarkan dengan menggunakan GML (Geography Markup Language)
berupa data vektor dari koordinat yang tertulis pada XML.
WFS memiliki lima protokol operasi utamanya yaitu GetCapabilities,
DescribeFeatureType, GetFeature, LockFeature dan Transaction. GetCapabilities
mendeskripsikan kepasitas yang dimiliki oleh server WFS seperti tipe feature yang
dapat diberikan dan operasi yang dapat didukung pada setiap tipe feature.
DescribeFeatureType memberikan informasi mengenai struktur dari setiap tipe
feature setiap kali dilakukan permintaan. GetFeature mengambil dan menampilkan
feature yang diminta oleh pengguna. LockFeature melakukan penguncian pada satu
atau lebih feature yang diambil selama durasi operasi Transaction. Transaction
memberikan kemampuan untuk melakukan pembuatan (create), pengubahan
(update), dan penghapusan (delete) pada feature. Kemampuan yang terdapat pada
operasi Transaction memungkinkan dilakukannya analisis spasial dan modelling dengan memanfaatkan web GIS seperti yang dapat dilakukan pada GIS desktop. Sistem kerja WFS dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar